RANGKAIAN
SERI PARALEL
A.
TUJUAN
1. Agar
siswa dapat mengetahui bagaimana merangkai
listrik secara seriparalel.
2. Agar
siswa dapat memahami prinsip rangkaian seri paralel.
B.
GAMBAR
C. PENJELASAN
Dari
gambar terlihat sebuah rangkaian yaitu rangkaian campuran seri paralel. Pada lampu B dan
C tersusun secara paralel dan lampu A seri terhadap lampu B dan C.
Lampu A lebih terang dibandingkan lampu B dan C
karena lampu B dan C disusun secara paralel sehingga berbagi arus
(lampu tidak terlalu terang seperti lampu A).
Pada gambar terlihat besar tegangan sumbernya yaitu 40v.
D. BAHAN
AJAR
1.
RANGKAIAN
SERI
Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan
ke satu daya lewat satu rangkaian. Rangkaian seri dapat berisi banyak beban
listrik dalam satu rangkaian. Dua buah elemen berada
dalam susunan seri jika mereka hanya memiliki sebuah titik utama yang tidak
terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan. Karena semua elemen
disusun seri, maka jaringan tersebut disebut rangkaian seri. Dalam rangkaian
seri, arus yang lewat sama besar pada masing-masing elemen yang tersusun seri.
v Sifat-sifat
Rangkaian Seri adalah sebagai berikut:
a.
Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.
b.
Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri
jika besar tahanan sama. Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari
masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan.
c. Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian
seri, tahanan total rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir
dalam rangkaian. Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan
beban dalam rangkaian.
d. Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak
terhubung atau putus, aliran arus terhenti.
v Prinsip
dalam Rangkaian Seri adalah sebagai berikut:
a.
Hambatan total merupakan hasil penjumlahan tiap-tiap
hambatan serinya.
b. Kuat arus dalam tiap-tiap hambatannya tetap dan
besar kuat arus setiap hambatan sama dengan kuat arus totalnya,
c. Beda potensial/tegangan tiap-tiap hambatannya berbeda-beda
dan hasil penjumlahan tegangan tiap-tiap hambatannya sama dengan tegangan
totalnya.
V total = V1
+ V2 +.. Vn
I total = I1
= I2 =…. I n
R total = R1 + R2 + ... Rn
v Contoh
paling sederhana penerapan rangkaian listrik seri dalam kehidupan sehari-hari
(di rumah) yaitu:
a.
Lampu hias pohon Natal model lama (yang baru pakai
rangkaian elektronik & lampu LED) merupakan rangkaian seri beberapa lampu
(12V di-seri 20 pcs) sehingga dapat menerima tegangan sesuai dengan jala-jala
(220V).
b.
Lampu TL (tube Lamp) atau orang bilang lampu neon,
model lama yang masih memakai ballast, di dalam box nya memakai rangkaian seri
antara jala-jala dengan ballastnya.
c.
Di dalam setrika listrik ada rangkaian seri dengan
bimetal (temperatur kontrol), demikian juga kulkas.
d. Sakelar/switch merupakan penerapan rangkaian seri
dengan beban.
2. RANGKAIAN PARALEL
Rangkaian Paralel merupakan salah
satu yang memiliki lebih dari satu bagian garis edar untuk mengalirkan
arus. Dalam kendaraan bermotor, sebagian besar beban listrik dihubungkan
secara paralel. Masing-masing rangkaian dapat dihubung-putuskan tanpa
mempengaruhi rangkaian yang lain.
v Sifat-sifat
Rangkaian Paralel adalah sebagai berikut:
a. Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan
tegangan sumber.
b. Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah
rangkaian individu. Arus masing- masing cabang adalah tergantung besar tahanan
cabang.
c. Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian
parallel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih
besar. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan
yang terkecil dalam rangkaian.)
d. Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel
terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian
cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang
terputus tersebut.
v Prinsip
dalam Rangkaian Paralel adalah sebagai berikut:
a.
Seper hambatan paralel merupakan hasil penjumlahan
seper tiap-tiap hambatan paralelnya.
b. Kuat arus dalam percabangannya berbeda-beda dan
perbandingan kuat arus tiap-tiap percabangan berbanding terbalik dengan
perbandingan hambatan tiap-tiap percabangannya serta hasil penjumlahan kuat
arus tiap-tiap percabangannya sama dengan kuat arus totalnya.
c. Beda potensial/ tegangan tiap-tiap percabangannya
tetap dan besar tegangan setiap percabangan sama dengan tegangan totalnya.
V total = V1
= V2 = V3 = .. Vn
I total = I1
+ I2 +.. In
1/R total =
1/R1 + 1/R2 + … 1/R n
v Contoh
paling sederhana penerapan rangkaian listrik paralel dalam kehidupan
sehari-hari:
a.
Distribusi Listrik PLN kerumah-rumah adalah paralel.
b.
Stop contact merupakan rangkaian paralel dengan
jala-jala.
v Perbedaan
Rangkaian seri dan paralel adalah sebagai berikut:
a. Rangkaian seri besar arus listriknya sama besar, tapi besar tegangannya
berbeda-beda tergantung besar hambatan pada rangkaian tersebut.
b. Rangkaian paralel, besar tegangan adalah sama untuk masing hambatan yg
terpasang, tapi arusnya berbeda tergantung besar hambatan yg terpasang.
c. Rangkaian seri, total hambatan tinggal dijumlah aja semua, kalo rangkaian
paralel, jumlah hambatan adalah 1/Rt = (1/R1)+(1/R2)+ ...
d. Jumlah total hambatan pada rangkaian seri, lebih besar dari rangkaian
paralel.
e. Total daya yg diserap rangkaian seri biasanya lebih
besar dibanding rangkaian paralel.
NAMA : LIA FITRIYANTI
NIM : 321300066
